Percetakan Murah | Offset Printing | PT Argo Tama Karya

Manfaat 3D Printing di Industri Makanan

Manfaat 3D Printing  – Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi pangan telah berkembang pesat.  Beragam inovasi produk pangan dengan tekstur, nutrisi, dan estetika yang memuaskan kebutuhan konsumen.

Inovasi makanan saat ini berfokus pada pola makan yang dipersonalisasi yang memberikan nutrisi yang sesuai untuk tubuh setiap individu, seperti anak-anak, atlet, lansia, orang dengan kondisi medis, dan tentara.

Teknologi pencetakan makanan 3D adalah proses produksi makanan yang menggunakan bahan baku secara efisien, sehingga mengurangi limbah makanan.  Apalagi prosesnya mampu menyesuaikan nutrisi.  Oleh karena itu, pencetakan makanan 3D akan menjadi pilihan penting bagi industri makanan untuk menyiapkan dan menghasilkan pangan yang cukup bagi penduduk dunia yang diperkirakan mencapai 9 miliar pada tahun 2050.

Teknologi pencetakan 3D telah digunakan selama lebih dari 30 tahun.  Pada awalnya, itu digunakan untuk menghasilkan prototipe cepat;  sedangkan, saat ini, teknologi ini telah banyak digunakan dalam pembuatan aditif di tingkat industri.

Teknologi ini telah berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir sesuai dengan transformasi digital dan merupakan salah satu teknologi kunci untuk Industri 4.0.  Ada sejumlah contoh komponen dan produk cetak 3D yang diproduksi sendiri-sendiri, seperti bagian tubuh buatan, suku cadang dalam industri konstruksi, dan aksesori pakaian.

Saat ini, penerapan teknologi 3D printing dalam industri makanan masih belum marak meski semakin berkembang dari berbagai bisnis dalam beberapa tahun terakhir, seperti restoran fine dining internasional.  Namun, jumlah penelitian dalam pencetakan makanan 3D telah meningkat.

Karena teknik pencetakan 3D adalah proses pembentukan objek lapis demi lapis, teknik ini dapat membuat produk dengan bentuk dan struktur yang berbeda.  Begitu diterapkan pada produk pangan, teknik tersebut tidak hanya menghasilkan tampilan makanan yang menarik, tetapi juga dapat menambah berbagai nutrisi dan bahan pada pangan sesuai kebutuhan. ( Baca Juga : Cetak Kalender Murah Harga Rp 800 Per Pcs Paling Murah Se Bekasi )

Contoh Teknologi 3D Printing Pada Industri Makanan

 

Teknologi pencetakan makanan 3D dapat diklasifikasikan menjadi 3 teknik utama, yaitu

 

  1. Pencetakan berbasis ekstrusi atau Fused Deposition Method (FDM)

Teknik ini merupakan metode yang paling umum karena mirip dengan ekstrusi makanan dan dapat membuat produk makanan dengan mudah. Selain itu, printer makanan 3D untuk model dasar teknik ini tidak mahal.  Ada berbagai macam produk makanan yang bisa dibentuk dengan teknik ini, seperti coklat, pasta, dan produk makanan untuk penderita diabetes.

 

  1. Pencetakan Powder Bed Fusion atau Selective Laser Scanning

Teknik ini mengolah dengan cara menyebarkan serbuk menjadi lapisan tipis dan menggunakan sinar laser untuk melebur bahan mentah pada posisi yang ditentukan.  Setelah satu lapisan selesai, bubuk bahan baku baru disebarkan untuk lapisan berikutnya dan proses yang sama diulangi sampai produk yang dirancang selesai.  Teknik ini menimbulkan biaya produksi yang lebih tinggi daripada Fused Deposition Method (FDM);  namun, ini memberikan kualitas produk jadi yang lebih baik, dan dapat digunakan untuk merancang makanan penutup yang terbuat dari gula (kembang gula) untuk membuat ukuran dan bentuk tertentu.  Ini juga membantu mengurangi jumlah bahan baku dalam proses produksi.

 

  1. Binder Jetting

Teknik ini sangat mirip dengan pencetakan Powder Bed Fusion.  Namun, ini menerapkan penyemprotan cairan atau bahan makanan lainnya, yang disebut pengikat, untuk mengikat serbuk pada posisi yang diperlukan. Proses ini diulangi pada jumlah lapisan yang diinginkan sampai produk tertanam ke dalam bubuk.  .  Bahan mentah yang tidak menempel pada binder akan dikeluarkan dari produk dan dapat digunakan kembali untuk pencetakan berikutnya.  Produk yang diterima akan diproses pada langkah selanjutnya, seperti memanggang.  Teknik ini dapat digunakan untuk mendesain produk pada kelompok bakery dan confectionery karena dapat menghasilkan tekstur unik yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Pencetakan makanan 3D merupakan teknologi yang sangat potensial untuk pengembangan industri makanan di masa depan karena membantu mengurangi jumlah limbah makanan yang dianggap sebagai tantangan dalam industri makanan.  Beberapa limbah makanan juga kaya nutrisi penting dan senyawa bioaktif yang dapat diubah menjadi tinta makanan untuk digunakan dalam pencetakan makanan 3D.  Dengan demikian, teknologi ini menciptakan nilai tambah dan mengurangi kerugian dalam rantai produksi pangan. ( Baca Juga : Jasa Percetakan Murah & Terbaik Tahun 2020 )

 

Teknologi Manfaat 3D Printing Pada Industri Makanan

 

Teknologi pencetakan makanan 3D dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai produk makanan, antara lain sebagai berikut

 

Makanan diet disfagia:

Produk-produk ini sebagian besar adalah makanan campuran.  Konsumen yang mengkonsumsi blended food dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan anoreksia atau malnutrisi.  Oleh karena itu, teknologi cetak makanan 3D telah diterapkan untuk membuat berbagai produk, seperti kentang rebus, wortel, dan daging.  Teknologi ini dapat menghasilkan produk yang bentuknya mirip dengan produk konvensional, yang membantu merangsang selera konsumen.  Selain itu, produk tersebut juga dapat diperkaya dengan banyak nutrisi, seperti protein, vitamin, dan mineral, sehingga nilai tambahnya akan memuaskan konsumen diet disfagia.  Saat ini, teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah rumah sakit di berbagai negara.

 

Makanan diet yang dipersonalisasi:

Produksi makanan masa depan dengan teknologi pencetakan makanan 3D akan mendukung nutrisi pribadi.  Saat ini, ada informasi mendalam tentang detail pribadi yang menentukan kebutuhan nutrisi yang sesuai, seperti jumlah dan jenis probiotik di usus besar, kelainan genetik, dan kebiasaan sehari-hari.  3D printing merupakan teknologi fleksibel yang jumlah dan jenis nutrisinya dapat disesuaikan, dan menghasilkan makanan yang dikhususkan untuk setiap individu, seperti atlet yang membutuhkan energi dan nutrisi yang seimbang sebelum, sesudah, atau selama pertandingan.  Selain itu, proses pelapisan teknologi cetak 3D juga dapat diterapkan pada desain struktur makanan untuk mengurangi pemborosan nutrisi penting.

 

Makanan sehat:

Teknologi pencetakan makanan 3D menciptakan peluang baru untuk produksi makanan, yang dapat mengontrol tekstur, kualitas, dan sifat sensorik makanan secara tepat.  Selain itu, teknologi ini juga dapat mengembangkan produk pangan sehat yang perlu mengurangi garam, gula, dan lemak dengan menerapkan konsep desain struktur pangan.

Pencetakan makanan 3D adalah teknologi produksi makanan baru yang fleksibel, di mana konsumen dapat merancang dan memasak sesuai dengan proporsi bentuk pencampuran dan pencicipan sesuai kebutuhan, dan juga membantu mengurangi limbah makanan.

 

Saat ini harga food printer 3D tergolong mahal dan laju produksinya masih belum bisa dibandingkan dengan memasak konvensional dengan bahan segar.  Namun, teknologi ini berkembang pesat di industri makanan sesuai dengan era digital.  Internet of Things adalah salah satu teknologi yang memungkinkan konsumen menghubungkan informasi yang relevan dengan kehidupan dan kesejahteraan sehari-hari.  Teknologi ini membantu konsumen untuk mengakses berbagai pengetahuan tentang teknologi Manfaat 3D Printing dari bahan yang berbeda dengan printer makanan 3D dengan menggunakan ponsel atau perangkat yang dapat dikenakan.  Oleh karena itu, di masa mendatang, tidak tertutup kemungkinan sejumlah rumah tangga di Indonesia akan memiliki printer makanan 3D dalam kehidupan sehari-hari yang serupa dengan yang digunakan microwave oven saat ini. ( Baca Juga : Manfaat Menggunakan Jasa Pembuatan Packaging Kardus )

Open chat
Hallo
Ada yang bisa kami bantu ?