PT Argo Tama Karya

Pengertian dan Sejarah Tipografi yang Perlu Diketahui

[ad_1]

 

Apa pun pekerjaan Anda, selama tugas sehari-hari berkaitan erat dengan produksi ide, perlu memahami pengertian dan sejarah tipografi. Suatu ide akan hanya sebatas gagasan saja jika tidak dieksekusi dengan baik. Eksekusi ide pun harus optimal agar apa yang Anda pikirkan tersampaikan kepada audiens. 

Bagian terpenting dalam proses mengkomunikasikan ide tersebut adalah tipografi. Seni rupa huruf atau type design ini berperan penting dalam proses penyampaian suatu pesan secara tepat dan akurat, sekaligus menciptakan kesan tertentu sesuai harapan si empunya ide. 

Contoh, pemilihan jenis huruf pada sebuah artikel bertujuan memudahkan pembaca mengenali kejelasan bentuk huruf dan nyaman saat dibaca. Sementara, tipografi pada desain visual turut memperkuat pesan di balik gambar yang ingin disampaikan penggagasnya. 

Lebih lanjut, mari simak ulasan mengenai pengertian dan sejarah tipografi berikut ini. 

Sejarah Tipografi

Pernah mendengar pictograph? Bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux dahulu menggunakan bahasa berupa simbol gambar sebagai cara berkomunikasi tulisan. Sementara, di negeri asal piramida, Mesir, jenis huruf  Hieratia atau Hieroglif sudah berkembang sejak abad 1300 SM. 

Bentuk tipografi tersebut sejatinya menjadi akar bentuk Demotia, yang ditulis memakai pena khusus. Seiring waktu, perkembangan jenis huruf itu menyebar ke Kreta, Yunani, hingga seluruh Eropa. 

Namun, masa kejayaan tipografi baru terjadi pada abad 8 SM, tepat ketika bangsa Romawi mengawali kekuasaannya. Mereka mempelajari sistem tulisan milik bangsa Etruria, penduduk asli Italia, dan menyempurnakannya sampai terbentuk huruf-huruf Romawi. 

Kata “typography” diambil dari bahasa Yunani, yaitu “typos” (berarti bentuk, impresi) dan “graphein” (menulis, memahat). Dalam praktiknya, tipografi lebih dari sekadar seni rupa huruf, tetapi juga menyangkut teknik seleksi dan pengaturan jenis huruf, ukuran, line length, line leading, spasi karakter, dan spasi kata. 

Tipografi bukan hanya bertujuan menarik perhatian audiens terhadap suatu tulisan atau produk visual lainnya. Beberapa tujuan tipografi adalah:

  1. Mengoptimalkan nilai keterbacaan suatu ide
  2. Menciptakan hubungan yang kontekstual dari rangkaian ide yang tersaji
  3. Memberikan informasi kepada audiens
  4. Menciptakan kesadaran sekaligus menunjukkan keberadaan suatu ide
  5. Mengkomunikasi emosi yang digagas pemilik ide.

Pendek kata, seni rupa huruf ini berfungsi sebagai alat serba guna penyampaian informasi. Oleh karena itu, dalam pemakaiannya pembuat harus memperhatikan aspek asal (origin), tujuan (objective), situasi kondisi/lingkungan (environment), dan waktu saat itu (point in time). 

Pengertian Tipografi Menurut Para Ahli

Hermann Zapf, seorang desainer huruf asal Jerman menulis sebuah buku berjudul “Manuale Typographicum” pada 1954. Zapf menjelaskan bahwa tipografi didefinisikan sebagai suatu seni sekaligus teknik pemilihan dan penataan huruf guna menciptakan kesan tertentu. Pengaturan serta penyebaran huruf sesuai ruang yang tersedia dipandang mampu meningkatkan kenyamanan membaca secara maksimal.

Beberapa ahli lain turut menuturkan pandangan mereka mengenai definisi tipografi.

Danton Sihombing

Menurut Ketua Umum Asosiasi Desainer Grafis Indonesia periode 2007-2010 ini, tipografi merujuk pada representasi visual sebuah bentuk komunikasi yang bersifat verbal dalam rupa properti visual yang efektif.

Roy Brewer

Penulis buku Eric Gill: The Man Who Loved Letters ini menuturkan tipografi bisa berarti luas, terkait penataan dan pola halaman dalam suatu cetakan. Sementara, pengertian lebih sempit mencakup pemilihan, pengaturan, dan hal lain terkait pengaturan set huruf, di luar ilustrasi dan elemen lainnya.

Dendi Sudiana

Dalam jurnal bertajuk “Tipografi: Sebuah Pengantar,” Dendi Sudiana menyebutkan bahwa gambar merupakan elemen grafis yang bisa dibaca dengan mudah. Namun, kata-kata yang terbangun dari rangkaian huruf itulah yang memandu pembaca untuk memahami pesan atau ide suatu karya. 

Stanley Morison

Seorang ahli tipografi, pemilik percetakan, dan sejarawan dunia percetakan Inggris ini punya definisi tersendiri. Bagi Morison, tipografi merujuk pada keterampilan mengatur bahan cetak secara baik guna suatu tujuan. Misalnya, pengaturan tulisan, pembagian ruang atau spasi, serta penataan huruf supaya pembaca terbantu saat memahami teks. 

Dalam lingkup desain komunikasi visual, seni rupa huruf ini berfungsi sebagai bahasa visual. Seorang desainer harus mampu membaca dan mengartikan bentuk maupun gambar, serta memprediksi reaksi audiens saat melihat karyanya. Nyaris semua hal terkait desain komunikasi visual melibatkan elemen tipografi. Maka, ketika desainer mengabaikan elemen ini, bisa berimbas pada desain yang kurang komunikatif. 

Memahami pengertian dan sejarah tipografi akan menggugah Anda menciptakan karya visual yang lebih bermakna. Kunjungi Solusi Printing, pusat informasi percetakan dan desain grafis untuk menemukan inspirasi menarik lainnya.

[ad_2]